Orang Ini Pernah Menampar Rasulullah SAW

EvINOK.Net – Seperti yang kita tahu, Rasulullah adalah manusia paling mulia sepanjang masa dan pujian terhadap beliau abadi sampai hari kiamat tiba. Namun ternyata manusia paling mulia pun tak membuat mencegah orang lain untuk menyakitinya. Sampai-sampai orang tersebut pernah menampar Rasulullah SAW.

Dalam kitab an-Nawadir, Rasulullah SAW pernah berkunjung kerumah Fatimah. Ia mengadu bahwa dirinya belum makan, namun anak dan cucunya pun mengalami hal yang sama. Fatimah belum makan selama tiga hari lamanya, Rasulullah SAW pun kasihan melihat cucunya Hasan dan Husain kelaparan.

Nabi pun berjalan sampai akhirnya berada dipinggir sumur di Kota Madinah, seorang Badui Arab pun datang hendak mengambil air, ia tidak mengetahui bahwa orang yang sedang berdiri dipinggir sumur itu adalah manusia paling mulia utusan Allah SWT.

Rasulullah SAW lalu menawarkan jasanya untuk mengambil air sumur tersebut, Rasulullah SAW dan orang Badui Arab itupun bersepakat dengan imbalan 3 biji kurma. Orang tersebutpun memberikan timba untuk digunakan Rasulullah SAW.

Berulang kali Rasulullah SAW mengambil air dengan timba tersebut, namun tiba-tiba tali timba tersebut pun putus dan akhirnya timba itupun jatuh kedalam sumur.

Orang tersebut pun marah, kemarasahannya pun tak terkontrol hingga menampar Rasulullah SAW, Ia juga mengambil timba tersebut dalam sumur kemudian melemparkannya kepada Rasulullah SAW.

Lalu apakah yang dilakukan Rasulullah SAW setelah disakiti oleh Arab Badui tersebut? Beliau tidak marah, beliau hanya tersenyum dan tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Beliau mengambil upah kurma yang diberikannya, orang Badui itupun pergi meninggalkan Rasulullah SAW.

Orang Badui itupun mulai berpikir alasan mengapa orang yang ditamparnya tidak menunjukan amarahnya sama sekali, ia pun mulai khawatir jangan-jangan orang yang ia tampar adalah Rasulullah SAW.

Lalu apa yang terjadi pada penampar Rasulullah SAW ? Orang tersebut merasa bersalah kemudian memotong tangan yang telah menampar Rasulullah SAW. Ia pun berjalan hingga sampai masjid, dalam perjalanan banyak orang yang bertanya alasan tangannya putus.

Ia pun menjelaskan bahwa ia telah menampar seseorang yang perkiraannya adalah Rasulullah SAW, yang mana Ia takut tertimpa musibah. Ia berjalan sambil membawa potongan tangan kanannya, Ia bertanya sambil berteriak di pelataran masjid.

“Wahai sahabat Muhammad di manakah Muhammad saat ini?” Seseorangpun datang dan membawanya menuju kerumah fatimah. Disana terlihat Rasulullah SAW sedang memangku kedua cucunya. Wajah orang Badui itu seketika takut melihat Rasulullah SAW. Orang Badui Arab itupun meminta maaf. “Wahai Muhammad maafkan aku, aku tak tahu jika yang kutemui dekat sumur adalah dirimu”, Nabi pun tersenyum tak ada sedikitpun raut wajah marah atau dendam, malah Rasulullah SAW menganggap orang Badui itu penyelamat bagi cucu dan anaknya, Fatimah. Beliau sambil tersenyum.

Bagaimana nasib tangan orang Badui tersebut ? Melihat reaksi Rasulullah SAW tak marah, orang Badui itupun meminta agar Rasulullah SAW mengembalikan tangannya seperti semula. Rasulullah SAW pun melakukannya, beliau memegang dan mengusap tangan orang Badui tersebut beberapa kali, dengan izin Allah SWT tangan orang tersebut kembali seperti semula. Orang tersebut pun sangat bahagia, Ia bersyukur karena bukan hanya tangannya yang kembali seperti semula, tapi Ia juga memeluk agama Islam dengan mengucapkan Syahadat

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.